Jumat, 13 April
2018
Pekan II Paskah –
O Pekan II
Hari Biasa Pekan II Paskah
IBADAT BACAAN
PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku
U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.
MADAH
Ini sungguh hari Tuhan
Hari penuh kesukaan
Dosa kita dibersihkan
Oleh darah suci Tuhan
O betapa mengagumkan
Bahwasanya cinta Tuhan
Berhasil meniadakan
Ketakutan yang menekan
O betapa mentakjubkan
Bahwasanya kematian
Berhasil mengembalikan
Hidup yang tak terkalahkan
Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin
PENDARASAN MAZMUR
Antifon
Janganlah menghajar aku dalam amarahMu, ya Tuhan,
alleluya
Mazmur 37 (38)
Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat berdiri
jauh-jauh ( Luk 23,49 )
Ya Tuhan, janganlah menyiksa aku dalam murkaMu,
janganlah menghajar aku dalam amarahMu.
PanahMu tertancap dalam tubuhku,*
tanganMu berat menekan daku.
Karena amarahMu rusaklah tubuhku terkoyak-koyak,*
karena dosaku remuklah tulang belulangku.
Aku tenggelam dalam lautan kesalahanku,*
tersesak oleh timbunan dosa yang tak tertahan.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Antifon
Janganlah menghajar aku dalam amarahMu, ya Tuhan,
alleluya
Antifon
Ya Tuhanku, jeritan tangisku menggema dihadapanMu,
alleluya
Lukaku membusuk dan bernanah *
karena kebodohan tingkah lakuku.
Aku tertunduk dan tersungkur,*
sepanjang hari aku berkeliaran kebingungan.
Hatiku panas, tersengat radang, *
tiada yang sehat dalam diriku.
Aku hancur luluh kehabisan tenaga,*
hatiku mengaduh dan meronta-ronta kesakitan.
Ya Tuhanku, jeritan tangisku menggema di hadapanMu,*
dan rintihanku tidak tersembunyi bagiMu.
Jantungku berdebar-debar dimakan demam, kekuatanku
menghilang, *
bahkan cahaya mataku pudar melenyap.
Handai taulanku menyingkiri aku karena penyakitku,*
dan kaum kerabatku menjauhi aku.
Orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, *
orang yang mengikhtiarkan celakaku, mengejar aku.
Pembunuhan dan pengkhianatan *
itulah yang mereka pikir-pikirkan sepanjang hari.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang
segala abad. Amin
Antifon
Ya Tuhanku, jeritan tangisku menggema di hadapanMu,
alleluya
Antifon
Aku mengakui dosaku; jangan tinggalkan daku, ya Tuhan,
penyelamatku, alleluya
Namun aku seperti orang tuli yang tidak mendengar, *
seperti orang bisu yang tidak membuka mulut
Aku seperti orang yang tidak mendengar,*
yang tidak mengucapkan bantahan.
Sebab kepadaMulah aku berharap, ya Tuhan, *
Engkaulah yang akan menjawab, ya Allahku.
Kataku: “Janganlah biarkan mereka mempermainkan daku,*
jangan mereka menjadi sombong bila aku goyah.”
Sebab tak mungkin aku lepas dari kesalahanku,*
terus menerus aku dirundung kesusahan.
Sungguh, aku mengakui dosaku,*
aku cemas karena kejahatanku.-
Aku menghadapi lawan yang sangat kuat,*
amat banyaklah musuh yang mengkhianati aku.
Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan,*
mereka mengumpat aku, padahal aku bermaksud baik.
Kemuliaan kepada
Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang
segala abad. Amin
Antifon
Aku mengakui dosaku; jangan tinggalkan daku, ya Tuhan,
penyelamatku, alleluya
BACAAN
Kis. 7:17-43
Kis 7:17 Tetapi
makin dekat genapnya janji yang diberikan Allah kepada Abraham, makin bertambah
banyaklah bangsa itu di Mesir,
Kis 7:18 sampai
bangkit seorang raja lain memerintah tanah Mesir, seorang yang tidak mengenal
Yusuf.
Kis 7:19 Raja
itu mempergunakan tipu daya terhadap bangsa kita dan menganiaya nenek moyang
kita serta menyuruh membuang bayi mereka, supaya bangsa kita itu jangan berkembang.
Kis 7:20 Pada
waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh
di rumah ayahnya.
Kis 7:21 Lalu
ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti
anaknya sendiri.
Kis 7:22 Dan
Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan
dan perbuatannya.
Kis 7:23 Pada
waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk
mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.
Kis 7:24 Ketika
itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan
membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu.
Kis 7:25 Pada
sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk
menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti.
Kis 7:26 Pada
keesokan harinya ia muncul pula ketika dua orang Israel sedang berkelahi, lalu
ia berusaha mendamaikan mereka, katanya: Saudara-saudara! Bukankah kamu ini
bersaudara? Mengapakah kamu saling menganiaya?
Kis 7:27 Tetapi
orang yang berbuat salah kepada temannya itu menolak Musa dan berkata: Siapakah
yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami?
Kis 7:28 Apakah
engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir
itu?
Kis 7:29 Mendengar
perkataan itu, larilah Musa dan hidup sebagai pendatang di tanah Midian. Di
situ ia memperanakkan dua orang anak laki-laki.
Kis 7:30 Dan
sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun
gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri.
Kis 7:31 Musa
heran tentang penglihatan itu, dan ketika ia pergi ke situ untuk melihatnya
dari dekat, datanglah suara Tuhan kepadanya:
Kis 7:32 Akulah
Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Maka gemetarlah Musa, dan
ia tidak berani lagi melihatnya.
Kis 7:33 Lalu
firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di
mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.
Kis 7:34 Aku
telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku
telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk melepaskan
mereka; karena itu marilah, engkau akan Kuutus ke tanah Mesir.
Kis 7:35 Musa
ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat
engkau menjadi pemimpin dan hakim? ?Musa ini juga telah diutus oleh Allah
sebagai pemimpin dan penyelamat oleh malaikat, yang telah menampakkan diri
kepadanya di semak duri itu.
Kis 7:36 Dialah
yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di
tanah Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun, empat puluh tahun lamanya.
Kis 7:37 Musa
ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan
dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu.
Kis 7:38 Musa
inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun di antara
malaikat yang berfirman kepadanya di gunung Sinai dan nenek moyang kita; dan
dialah yang menerima firman-firman yang hidup untuk menyampaikannya kepada
kamu.
Kis 7:39 Tetapi
nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam
hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir.
Kis 7:40 Kepada
Harun mereka berkata: Buatlah untuk kami beberapa allah yang akan berjalan di
depan kami, sebab Musa ini yang telah memimpin kami keluar dari tanah
Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
Kis 7:41 Lalu
pada waktu itu mereka membuat sebuah anak lembu dan mempersembahkan persembahan
kepada berhala itu dan mereka bersukacita tentang apa yang dibuat sendiri oleh
mereka.
Kis 7:42 Maka
berpalinglah Allah dari mereka dan membiarkan mereka beribadah kepada bala
tentara langit, seperti yang tertulis dalam kitab nabi-nabi: Apakah kamu
mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh
tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel?
Kis 7:43 Tidak
pernah, malahan kamu mengusung kemah Molokh dan bintang dewa Refan,
patung-patung yang kamu buat itu untuk disembah. Maka Aku akan membawa kamu ke
dalam pembuangan, sampai di seberang sana Babel.
BACAAN PILIHAN (bisa diganti dengan bacaan rohani lain)
De Imitatione Christi – Mengikuti Jejak Kristus
Bagian Pertama – NASIHAT-NASIHAT UNTUK HIDUP ROHANI
Pasal IV – HAL BIJAKSANA DALAM TINGKAH LAKU
2. Sungguh sangat bijaksana apabila kita tidak
tergesa-gesa berbuat dan tidak mempertahankan pendapat sendiri dengan keras
kepala. Juga bijaksana apabila kita tidak mempercayai saja setiap perkataan
orang dan tidak segera menceritakan kepada orang lain apa yang kita dengar atau
yang kita anggap benar. Hendaklah kita minta nasihat kepada orang yang
bijaksana dan yang mempunyai tanggung jawab; lebih baik kita diberi penerangan
oleh orang yang lebih banyak pengalamannya daripada menuruti pandangan sendiri.
Hidup yang baik akan membuat manusia bijaksana di hadapan Allah dan paham dalam
banyak hal. Semakin rendah hati seseorang dalam batinnya dan semakin tunduk ia
kepada Allah, maka semakin bijaksana dan semakin tenanglah ia dalam segala hal.
MADAH ALLAH TUHAN KAMI
Allah Tuhan kami,*
Engkau kami puji dan kami muliakan.
Bapa yang kekal,*
seluruh bumi bersembah sujud padaMu.
BagiMu semua malaikat bermadah,*
seluruh isi surga bernyanyi.
BagiMu kerubim dan serafim*
tak kunjung putus melambungkan pujian.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,*
Allah segala kuasa.
Surga dan bumi*
penuh kemuliaanMu.
KepadaMu paduan para rasul bersyukur,*
rombongan para nabi berbakti.
KepadaMu barisan para martir berkurban*
dengan mempertaruhkan nyawa.
KepadaMu Gereja kudus beriman,*
tersebar di seluruh dunia.
Ya Bapa yang mahakuasa,*
pencipta semesta alam.
Putera sejati yang terpuji,*
Putera Bapa yang tunggal.
Roh kudus, cahaya mulia,*
penghibur umat beriman.
Engkaulah raja agung, ya Kristus,*
Engkaulah Putera Allah yang hidup.
Engkau sudi dikandung santa perawan,*
menjadi manusia demi keselamatan kami.
Engkau mematahkan belenggu maut,*
membuka pintu kerajaan surga bagi kami.
Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa,*
mengadili umat manusia.
Kami mohon, lindungilah hamba-hambaMu,*
yang Kautebus dengan darahMu sendiri.
Sambutlah kami bersama para kudus*
dalam kemuliaan abadi. –
Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,*
dan berkatilah milik pusakaMu.
Bimbinglah kami semua*
dan muliakanlah untuk selamanya.
Setiap hari kami meluhurkan Dikau,*
kami memuji namaMu sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,*
agar senantiasa luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,*
kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setiaMu kepada kami,*
sebab kami berharap kepadaMu.
KepadaMu kami percaya, ya Tuhan.*
kami takkan kecewa selama-lamanya.
DOA PENUTUP
Allah yang perkasa, Engkau menghendaki PuteraMu menderita
di salib untuk mengenyahkan kuasa musuh dari kami. Semoga kami, abdi-abdiMu
kelak memperoleh rahmat kebangkitan. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang
hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala
masa. Amin
PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan
U: Syukur kepada Allah
======
DOA PERSEMBAHAN PAGI
Ya Allahku, dalam kesatuan dengan Hati
Maria Yang Tak Bernoda (di sini ciumlah Skapulir Coklatmu sebagai sebuah tanda penyerahan
dirimu, indulgensi sebagian juga), saya mempersembahkan kepada-Mu Darah mulia
Yesus dari semua altar di seluruh dunia, bersama dengan itu persembahan dari
setiap pikiran, kata dan tindakanku hari ini.
Ya Yesusku, hari ini saya ingin
mendapatkan indulgensi dan kemurahan hati sejauh itu mungkin, dan saya akan
mempersembahkannya bersama-sama dengan diriku, kepada Maria Tak Bernoda –
sehingga dia boleh menggunakannya demi kepentingan Hati Tersuci-Mu. Darah mulia
Yesus, selamatkanlah kami! Hati Maria Yang Tak Bernoda, doakanlah kami! Hati
Yesus Yang Mahakudus, kasihanilah kami!
DOA EMAS
O Hati Maria Yang Tak Bernoda,
perlindungan para pendosa, aku memohon kepadamu dengan jasa-jasa tak terbatas
Hati Kudus Yesus, dan oleh rahmat-rahmat yang diberikan Tuhan kepadamu sejak
engkau Dikandung Tanpa Noda asal, rahmat agar tidak lagi tersesat. Bunda,
jagalah aku, si pendosa ini, agar secara terus menerus bermandikan di dalam
cahaya Hatimu Yang Tak Bernoda.
O Hati Maria Yang Tak Bernoda, di
dalam persatuan dengan semua saudara dan saudariku di seluruh dunia, aku
mempersembahkan dengan diriku tanpa syarat kepada Hatimu, Tak Bernoda dan
murni. Mohon terimalah persembahan pribadi ini sebagai tindakan pemulihan dan
bagi pertobatan para pendosa.
O Hati Maria Yang Tak Bernoda, aku
mencintaimu! Dan aku menantikan dengan sabar hari dimana Hatimu Yang Tak
Bernoda berjaya.
Aku dengan rendah hati membaringkan
jiwaku di dalam cahaya kemurnianmu! Hati Maria yang Tak Bernoda, jadilah
pelindungku, jalan kepada cahaya abadi, Yesus, Tuhan kami. Amin.
======
Menjalankan Pesan Fatima
Permintaan Pertama Bunda Kita:
Tiga Hal Harus Dilakukan
Ketika ditanya apa yang
sungguh-sungguh diperlukan untuk kemenangan yang disampaikan di Fatima, Suster
Lusia, yang menerima pesan-pesan Santa Perawan Maria dari Fatima, mengatakan
bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan:
1) Pengudusan tugas-tugas harian
(Persembahan Pagi)
2) Doa (Rosario Harian)
3) Pernyerahan kepada Hati Maria Yang
Tak Bernoda (Skapulir)
Tiga syarat ini dirumuskan Suster
Lusia ke dalam sebuah “Janji” yang oleh Uskup Fatima diijinkan untuk
disebarluaskan sebagai pesan otentik Fatima. Lebih dari 25 juta orang Katolik
seluruh dunia sudah membuat janji dasar ini.
Permintaan Kedua Bunda Kita:
Devosi Sabtu Pertama
Selama penampakannya yang ketiga pada
13 Juli 1917, Bunda Maria menyampaikan bahwa dia akan datang lagi untuk meminta
“… Persekutuan pemulihan pada hari Sabtu pertama.” Hingga pada 10 Desember
1925, Bunda Maria, dengan Kanak-Kanak Yesus di sisinya, menampakkan diri kepada
Lusia seraya berkata, “Putriku, lihatlah Hatiku yang dikelilingi dengan duri
karena orang-orang yang tidak tahu berterimakasih menusukku tanpa henti melalui
hujatan-hujatan dan sikap hati yang tak tahu bersyukur. Sekurang-kurangnya,
engkau, berusaha untuk menghiburku, dan katakanlah kepada orang-orang bahwa aku
berjanji untuk menolong pada saat kematian dengan segala rahmat yang dibutuhkan
bagi keselamatan mereka semua yang pada hari Sabtu Pertama selama lima bulan
berturut-turut:
• Mengaku
dosa, (pengakuan dosa dapat dilakukan delapan hari dan bahkan lebih, sebelum
atau sesudah Sabtu Pertama);
• Menerima
Komuni Kudus;
• Berdoa
Lima Puluhan Rosario;
• Dan
menemaniku selama 15 menit sambil merenungkan satu misteri atau lebih dengan
intensi persembahan pemulihan kepadaku.
Dengan janji kedua ini kita diminta,
jika Jumat Pertama/Sabtu Pertama diadakan di paroki kita, kita akan
memperhitungkan sebagai sebuah tindakan penghiburan kepada Hati Kudus Yesus dan
Hati Maria Yang Tak Bernoda.
Dua Ikrar – Tiga Janji
Sekarang kita dapat mengharapkan
kemenangan yang dijanjikan dari Hati Maria Yang Tak Bernoda berupa “sebuah era
damai bagi umat manusia” jika SEMUA permintaan Santa Perawan Maria terpenuhi
dengan cukupnya jumlah dari kita. Sebagai sebuah dorongan pribadi, Santa
Perawan Maria sudah membuat dua janji besar lainnya yang ditambahkan untuk
pemenuhan dua ikrar ini. Ikrar pertama, dengan penerimaan skapulir oleh seorang
imam atau diakon (bukan pro-diakon) dan mengenakannya dengan setia, memberikan
jaminan keselamatan dan pembebasan dari api penyucian segera setelah kematian
(biasanya dipahami dalam kaitan dengan Sabtu Pertama).
Ditambahkan pada Janji kedua adalah
janji Santa Perawan Maria, “Saya berjanji untuk membantu pada saat kematian
dengan semua rahmat yang dibutuhkan.”
SKAPULIR COKLAT : Sebuah Tanda
Penyerahan Diri Kepada Maria
Dalam penglihatan terakhir di Fatima,
13 Oktober 1917, Santa Perawan Maria memegang Skapulir Coklat dari langit.
Suster Lusia mengatakan hal ini karena “Bunda Maria menghendaki setiap orang
mengenakannya; itulah tanda penyerahan kepada Hatinya Yang Tak Bernoda.”
Sejak zaman dahulu Gereja sudah
meyakini Skapulir Coklat sebagai tanda perlindungan Santa Perawan Maria. Pada
16 Juli 1251, Santa Perawan Maria menampakkan diri kepada St. Simon Stock,
Prior Jendral Ordo Karmel. Dalam tangan Maria ada sehelai kain Skapulir Coklat.
Dia berkata kepada Simon Stock, “Terimalah Skapulir Coklat. Ini adalah sebuah
janji keselamatan, sebuah perlindungan dalam bahaya. Barangsiapa meninggal
sambil mengenakan Skapulir ini tidak akan pernah melihat nyala api neraka.”
Enam puluh lima tahun kemudian ia mengungkapkan Sabatina atau hak khusus Hari
Sabtu kepada Paus Yohanes XXII sebelum menjadi Paus, bahwa pada hari Sabtu
Pertama setelah kematian mereka, dia akan membebaskan dari api penyucian semua
anaknya yang mengenakan skapulir yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu,
“Saya, Bunda Segala Rahmat, akan turun pada hari Sabtu setelah kematian mereka,
dan sebanyak mungkin jiwa-jiwa akan saya bebaskan dari api penyucian.”
Syarat-syaratnya adalah:
(1) menjaga kemurnian sesuai dengan
status hidup masing-masing
(2) mendoakan Ofisi Kecil Santa
Perawan Maria setiap hari, ATAU mendoakan lima puluhan Rosario
(3) setia mengenakan skapulir: Rosario
dan Skapulir tak dapat dipisahkan.
Kutipan buku:
Santa Perawan Maria dari Fatima Bunda
Mengunjungi Kita.
Marian Centre Indonesia
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.