Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Mazmur 119:164

Ibadat Bacaan: Rabu, 4/6/2014

Ibadat Bacaan:  Rabu, 04 Juni  2014

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku
U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya

MADAH 
Raja mulia abadi
Yang menyelamatkan kami
Kematian Kaukalahkan
Kehidupan Kaumenangkan

Engkau pulang pada Bapa
Siap untuk menerima
Segala kekuasaan
Atas segenap ciptaan

Dengan sangat kami minta
Maafkan segala dosa
Arahkanlah hati kami
Kepada alam surgawi

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang naik ke atas awan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin


PENDARASAN MAZMUR
 
Antifon
Kasih dan kesetiaan mengawal Engkau, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 88 (89), 2-38
Allah telah mengangkat salah seorang dari keturunan Daud menjadi  penyelamat bangsa Israel, yaitu Yesus (Kis 13,22.23)

KasihMu, ya Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya,*
kesetiaanMu kuwartakan turun temurun

Kuakui dengan mulutku; ‘Ya Allah kekal, +
kasihMu menciptakan surga,*
tetapi kesetiaanMu kokoh melebihi langit.”

Engkau berkata:”Kuikat perjanjian dengan orang pilihanKu, *
Kusumpahkan kepada Daud, hambaku;

Aku hendak  menegakkan wangsamu untuk selama-lamanya *
dan membangun takhtamu turun temurun.”

Ya Tuhan, janjiMu dipuji di surga *
dan kesetiaanMu dalam himpunan para kudus.

Sebab siapakah di angkasa yang sejajar dengan Tuhan? *
siapa seperti Tuhan di antara dewa dewa?

Allah menggemparkan sidang para dewa,*
Ia menakutkan dan menggentarkan semua yang mendekatiNya.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? *
Tuhan yang agung, umatMu yang setia mengelilingi Engkau.

Engkau memerintah keangkuhan laut, *
bila ombaknya menanjak, Engkau meredakannya.

Engkau meremukkan naga Rahab, penguasa laut, seperti bangkai,*
dan dengan lengan kuat Engkau menghamburkan musuhMu.

MilikMulah langit, milikMulah bumi,*
dunia seisinya, Engkaulah yang mendasarkannya.

Gunung-gunung suci Zafon dan Amana,*
gunung Tabor dan Hermon bersorak sorai di hadiratMu.

LenganMu perkasa, ya Allah pahlawan, *
tanganMu jaya, merebut kemenangan.

Keadilan dan hukumlah dasar pemerintahanMu, *
kasih dan kesetiaan mengawal Engkau.

Berbahagialah bangsa yang mengenal sinar keadilanMu,*
Yang hidup dalam cahaya wajahMu, ya Tuhan.

Mereka menikmati kehadiranMu sepanjang hari dengan sorak sorai *
dan bersuka ria atas kemurahanMu.

Sungguh, Engkaulah kejayaan yang kami banggakan,*
Engkau berkenan memberi kami kemenangan.

Sungguh, Engkaulah penguasa kami, *
Allah Israel yang kudus adalah raja kami.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Kasih dan kesetiaan mengawal Engkau, ya Tuhan, alleluya

Antifon
Putera Allah dilahirkan sebagai manusia dari keturunan Daud, alleluya

Ya Tuhan, Engkau pernah bersabda dalam penglihatan,*
Engkau berfirman tentang Daud, kekasihMu:

“Seorang pemuda dan bukan seorang penglima Kupilih menjadi raja.*
Seorang anak Kutinggikan atas para pahlawan.

Aku menemukan Daud, hambaKu,*
Aku mengurapinya dengan minyakKu yang kudus.

TanganKu akan menjamin kekuatannya,*
dan lenganKu akan meneguhkan dia.

Takkan ada musuh yang sanggup menggulingkan dia,*
dan tiada penjahat berhasil mengalahkannya.

Akan Kuhantam lawannya di hadapannya,*
dan Kuhancurkan semua orang yang membenci dia.

Kesetiaan dan kasihKu menyertai dia,*
dan demi namaKu ia akan berjaya.

Kuberi dia kuasa atas daerah laut di barat*
dan kedaulatan atas wilayah sungai di timur.

Ia akan beseru kepadaKu: “Engkaulah Bapaku, ya Allah,*
Engkaulah gunung pelindung yang menyelamatkan daku.”

Akan Kujadikan dia puteraKu yang sulung,*
yang tertinggi di antara raja bumi.

Akan Kukasihi dia dengan setia untuk selama-lamanya,*
dan perjanjianKu tetap berlaku baginya.

Keturunannya akan Kududukkan di atas takhtanya,*
dan kerajaannya akan teguh seperti surga abadi.”

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Putera Allah dilahirkan sebagai manusia dari keturunan Daud, alleluya

Antifon
Sekali aku  bersumpah kepada Daud hambaKu: Wangsanya akan berlangsung selama-lamanya, alleluya.

“Jika keturunannya meninggalkan hukumKu,*
dan enggan mengikuti perintahKu,

Jika mereka melanggar ketetapanKu *
dan mengesampingkan undang-undangKu,

Maka Aku akan menghukum pemberontakan mereka dengan cemeti*
dan membalas kesalahan mereka dengan cambuk,

Tetapi tak pernah akan Kuingkari kasihKu kepada Daud, *
tak pernah Kukhianati kesetiaanKu,

Aku takkan melanggar perjanjianKu,*
takkan merubah firman yang Kuucapkan.

Sekali Aku bersumpah demi kekudusanKu,*
tak mungkin Aku berdusta kepada Daud.

Wangsanya akan berlangsung selama-lamanya,*
kerajaannya bertahan di hadapanKu seperti matahari.

Keturunannya akan hidup terus selama bulan beredar, *
dan takhtanya tetap kokoh melebihi langit.

Kemuliaaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Sekali aku  bersumpah kepada Daud hambaKu: Wangsanya akan berlangsung selama-lamanya, alleluya.

BACAAN
Kis 27: 1-20
Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.

Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya.
Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus.
Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia.

Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu. Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
"Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."

Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus. Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.

Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.
Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".
Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.

Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu. Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja. Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.

Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

-Bacaan II: pilih bacaan rohani

DOA PENUTUP
Allah yang mahesa, Engkau telah menghimpun GerejaMu dalam Roh kudus. Semoga kami mengabdi kepadaMu dengan ikhlas dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan
U: Syukur kepada Allah

=======
Sumber:
IBADAT HARIAN
KOMISI LITURGI KWI
Jln. Cut Meutia, 10
Tromol Pos 3044, Jakarta 10002
Tlp.(021) 3154714; Fax.(021) 3154714
E-mail: komlikwi@indo.net.id

Penerbit NUSA INDAH
Jln. El Tari, Ende 86318
Flores, NTT, Indonesia
Tlp.(0381)21502; Fax.(0381)21502
E-mail: nusaindahende@yahoo.com

Cetakan XIX: 2011
=======

Dan TUHAN pun menunggumu dengan rindu di dalam:
- Misa Kudus harian
- Kunjunganmu ke Tabernakel gereja (Sakramen Maha Kudus) berbincang-bincanglah denganNYA.
- Pengakuan Dosa dengan hati yang bertobat dan selalu ingin memperbaiki diri
Ingatlah berdoa:
- Koronka
- Rosario
Lakukanlah Puasa pribadi, bacalah Kitab Suci walau hanya satu perikop.
Amalkanlah cinta kasih pada sesama dengan ketulusan dan kerendahan hati.

"...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
Ibrani 12: 14

Link Harian
Brevir Harian juga ada pada Fanpage FaceBook: Brevir Harian

Mau Terima 7 Ibadat/Doa Brevir di e-mail setiap hari? GABUNG yahoogroups "Brevir Harian"
Pengguna Blackberry, dapat men-download: Aplikasi Brevir Harian
Pengguna Android, dapat men-download: Aplikasi Brevir Harian

Testimoni:
Sudah 3 hr sy berdoa brevir dan Puji Tuhan hr ini doa sy dikabulkan.....Terimakasih Yesus DiMuliakankanlah NamaMu.....Amin.... = Ling Irianto

Anda punya testimoni tentang pengaruh membaca Brevir di dalam hidup anda?

Kirimkan testimoni anda untuk kemuliaan Tuhan di Surga, ke e-mail: novena_tiga_salam_maria@yahoo.com

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.