Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Mazmur 119:164

Ibadat Bacaan: Rabu, 28/5/2014



Ibadat Bacaan:  Rabu, 28 Mei  2014

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku
U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya

MADAH 
Bergiranglah sluruh bumi
Bersorak sepenuh hati
Kristus bangkit dari mati
Memberi hidup abadi

Wafat Kristus menghasilkan
Pengampunan dan harapan
Meski Kristus dikalahkan
Namun Ia ditinggikan.

Mari kita penuh syukur
Memuji Yang maha luhur
Karena anugrah Paska
Sumber ribuan kurnia

Terpujilah Kristus Tuhan
Kau kalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin

PENDARASAN MAZMUR
 
Antifon
Kita mengeluh dalam lubuk hati, sambil merindukan pembebasan tubuh kita. Alleluya
                       
Mazmur 38 (39) Doa orang sakit
Semua makhluk takluk kepada kesia-siaan....karena Dia yang telah menaklukkannya (Rom 8,20)

Aku berkata dalam hati: “Aku hendak hidup hati-hati,*
jangan sampai aku berdosa dengan lidahku.

Aku hendak mengekang ucapan mulutku, *
selama orang jahat menentang aku.”

Aku diam seribu bahasa dan membisu,*
meskipun aku cemas tertekan oleh derita.

Hatiku merasa panas seperti terbakar,*
bila kuingat sengsaraku, rasanya seperti api menyala.

Akhirnya kubuka juga mulutku: *
“Ya Tuhan, beri tahukanlah akhir hidupku;

singkapkanlah sisa hari-hariku; *
supaya aku tahu betapa singkat hidupku.”

Sungguh, umurku Kaubatasi beberapa jengkal saja, *
dan jangka hidupku tidak berarti bagiMu.

Sayang, manusia hanya asap belaka, *
tiada ubahnya dengan gambar bayangan.

Sayang, bagaikan khayalan manusia berlalu,*
percumalah segala kegelisahannya.

Ia menimbun-nimbun kekayaan, *
tetapi ia tidak tahu siapa yang menikmatinya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Kita mengeluh dalam lubuk hati, sambil merindukan pembebasan tubuh kita, alleluya

Antifon
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku, condongkanlah telingaMu kepada jeritan tangisku, alleluya.

Dan sekarang, apa yang dapat kuharapkan, ya Tuhanku? *
PadaMulah kutaruh harapanku.

Bebaskanlah aku dari segala dosaku,*
jangan biarkan daku ditertawakan orang dungu.

Tadinya aku diam seribu bahasa dan membisu, *
ah, sekiranya Engkau mau bertindak!

Singkirkanlah cambukMu dari padaku, *
aku hancur luluh karena pukulan tanganMu.

Engkau menghukum manusia karena kesalahannya, †
dan bagaikan gegat Engkau merapuhkan badannya, *
sayang, manusia hanya asap belaka.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku *
dan condongkanlah telingaMu kepada seruanku.

Janganlah tuli terhadap jeritan tangisku, †
sebab aku hanyalah pendatang dalam rumahMu, *
perantau seperti semua leluhurku.

Palingkanlah wajah kemurkaanMu dari padaku, †
supaya aku bersukacita *
sebelum aku meninggal dan tiada lagi

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad.Amin

Antifon
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku, condongkanlah telingaMu kepada jeritan tangisku, alleluya.

Antifon
Aku percaya pada kasih setia Allah sekarang dan selama-lamanya, alleluya

Mazmur 51 (52)
Yang berbangga, hendaknya berbangga dalam Tuhan (1 Kor 1,31)

Mengapa engkau bangga atas kejahatan, *
hai pahlawan gadungan?

Hai orang mursid yang palsu, *
mengapa terus menerus engkau menabung pikiran busuk?

Tajam bagaikan pisau cukur sindiran lidahmu, *
hai ahli penipu.

Engkau memilih kejahatan dan bukan kebaikan, *
engkau mengatakan dusta dan bukan kebenaran.

Engkau suka akan segala macam omonganmu *
yang merusak dan menipu.

Semoga Allah membinasakan dikau dengan pukulanNya, *
memusnahkan dikau untuk selama-lamanya.

Semoga Ia menyeret engkau ke luar dari rumah *
dan menciduk anakmu hidup-hidup dari bumi.

Melihat itu orang jujur akan takut, *
tetapi kemudian mereka tertawa:

“Lihatlah dia, inilah orangnya *
Yang tidak sudi berlindung pada Allah.

Dia menaruh harapan pada kekayaannya,*
dia percaya pada tipu muslihatnya!”

Tetapi aku, bagaikan pohon berbuah *
aku tumbuh di rumah Allah.

Percayalah pada kasih setia Allah *
sekarang dan selama-lamanya.

Aku hendak bersyukur kepadaMu, ya Allah kekal,*
sebab Engkau telah bertindak.

Aku hendak memaklumkan namaMu,*
sebab Engkau baik hati terhadap sahabat-sahabatMu.

Kemuliaaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Aku percaya pada kasih setia Allah sekarang dan selama-lamanya, alleluya

BACAAN

Kis 21:40-22:21

Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:
"Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri."
Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:
"Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.

Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.
Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.

Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.
Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?
Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.
Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.

Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.
Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.
Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.  Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.
Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.
 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi.  Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.

Jawabku: Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka.
Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya.
Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain."


DOA PENUTUP
Allah yang maharahim, dengan gembira kami merayakan misteri kebangkitan PuteraMu. Dengarkanlah doa kami, semoga kami dapat bergembira pula bersama segala para kudus, bila Kristus datang kembali.  Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

P: Marilah memuji Tuhan
U: Syukur kepada Allah


=======
Sumber:
IBADAT HARIAN
KOMISI LITURGI KWI
Jln. Cut Meutia, 10
Tromol Pos 3044, Jakarta 10002
Tlp.(021) 3154714; Fax.(021) 3154714
E-mail: komlikwi@indo.net.id

Penerbit NUSA INDAH
Jln. El Tari, Ende 86318
Flores, NTT, Indonesia
Tlp.(0381)21502; Fax.(0381)21502
E-mail: nusaindahende@yahoo.com

Cetakan XIX: 2011
=======

Dan TUHAN pun menunggumu dengan rindu di dalam:
- Misa Kudus harian
- Kunjunganmu ke Tabernakel gereja (Sakramen Maha Kudus) berbincang-bincanglah denganNYA.
- Pengakuan Dosa dengan hati yang bertobat dan selalu ingin memperbaiki diri
Ingatlah berdoa:
- Koronka
- Rosario
Lakukanlah Puasa pribadi, bacalah Kitab Suci walau hanya satu perikop.
Amalkanlah cinta kasih pada sesama dengan ketulusan dan kerendahan hati.

"...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
Ibrani 12: 14


Testimoni:
Sy mulai ikut mndaraskn Brevir Harian (klu ga salh ingat :D) sebelum bln mei, sy tau dri page Novena Tiga Salam Maria. Awalx hnya biasa" sja.. tpi lama" koq jdi pingin terus mndaraskn Brevir.. sllu ada kerinduan, kdang tepat waktu, kdang ga, tpi sy ttp ushakn cri wktu u/ mndaraskn Brevir di tngh kesibukan sy sbgi ibu rmh tgga dgn 3 org ank yg msi kecil. Sy merasa bnya perubahan yg trjdi terutama pribadi sy sndiri, jdi lebih tenang, lebih sabar, lebih smangat kerja dan walaupn bnyk yg dipikirkn tdk mmbuat sy pusing ato sakit kepala. Sy senang mndaraskn Brevir smoga sy ttp setia dan smoga makin bnyk yg ikut mndaraskn Brevir Harian 

Anda punya testimoni tentang pengaruh membaca Brevir di dalam hidup anda?
Kirimkan testimoni anda untuk kemuliaan Tuhan di Surga, ke e-mail: novena_tiga_salam_maria@yahoo.com

 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.