Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Mazmur 119:164

Bacaan Alternatif: Jumat, 3 Maret 2020

Jumat, 3 Maret 2020

08.00 – 09.00
YESUS KEMBALI DIBAWA KE HADAPAN PILATUS.
BARABAS LEBIH DIINGINKAN UNTUK DIBEBASKAN KETIMBANG YESUS.

DOA PERSIAPAN AWAL SETIAP JAM-NYA

O Tuhan Yesus Kristus-ku, tersungkur di hadirat Ilahi-MU, aku memohon pada Hati-MU yang sungguh mengasihi untuk mengijinkan aku untuk masuk ke dalam renungan sedih akan 24 jam Sengsara-MU, dimana, demi cinta kepada kami Engkau mau menderita sedemikian besarnya yang dialami oleh Tubuh-MU yang layak di sembah itu dan dialami oleh Jiwa-MU yang Maha Kudus, bahkan sampai kematian di salib. O berikanlah aku pertolongan, rahmat, cinta, hasrat yang sungguh-sungguh dan pengertian akan sengsara-sengsara-MU saat aku melakukan renungan Jam ini.

Untuk jam-jam dimana aku tidak dapat merenungkannya, aku mempersembahkan pada-MU niat yang kumiliki untuk merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut; dan aku mohon untuk merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut dengan niatku selama jam-jam dimana aku harus mendedikasikan diriku untuk kewajiban-kewajibanku atau untuk tidur.

Terimalah, O Tuhan yang penuh belas kasih, niat cintaku ini, dan biarlah bermanfaat bagiku dan bagi semua, sebagaimana aku dengan cara yang efektif dan cara yang kudus mencapai apa yang ingin kulakukan.

Aku bersyukur kepada-MU, O Yesus-ku. Aku berterimakasih pada-MU karena Engkau telah memanggil aku untuk bersatu dengan Engkau di dalam doa. Untuk menyenangkan-MU, aku mengambil Pikiran-pikiran-MU, Lidah-MU dan Hati-MU. Aku ingin berdoa dengan semuanya itu. Aku ingin menggabungkan diriku di dalam kehendak-MU dan di dalam Cinta-MU. Aku merentangkan tangan-tanganku untuk memeluk Engkau, aku meletakkan kepalaku di Hati-MU – dan aku memulai…


YESUS KEMBALI DIBAWA KE HADAPAN PILATUS
BARABAS LEBIH DIINGINKAN UNTUK DIBEBASKAN KETIMBANG YESUS

Yesus-ku yang tersiksa, dengan kegelisahan dan rasa sakit hatiku yang malang ini mengikuti Engkau. Melihat Engkau berpakaian seorang gila, mengetahui siapa Diri-Mu – Kebijaksanaan yang Tak Terbatas, yang memberikan penghakiman bagi semua orang – aku memasuki hiruk-pikuk, dan berkata: Apa! Yesus gila? Yesus penjahat? Dan sekarang penjahat besar, Barabbas, lebih diinginkan daripada Engkau. Yesus-ku, kekudusan yang tiada taranya, sekarang Engkau kembali berada di hadapan Pilatus.

Melihat Engkau begitu mengenaskan dihina dan berpakaian seorang tidak waras, dan bahwa Herodes pun tidak menjatuhkan hukuman pada-Mu, Pilatus bahkan lebih marah daripada orang-orang Yahudi, lebih yakin bahwa Engkau tidak bersalah, dan tidak menjatuhkan Engkau hukuman. Tetapi pada waktu yang sama, ingin memberikan kepuasan pada orang-orang Yahudi, seperti sediakala, memadamkan kebencian, kemarahan, amukan dan rasa dahaga yang membakar darah mereka, Pilatus menghadapkan Engkau bersama dengan Barabbas. Tapi orang-orang Yahudi berteriak: “Kami ingin Barabbas dibebaskan, bukan Yesus!”

Kemudian, Pilatus yang tidak tahu bagaimana cara menenangkan mereka, menjatuhkan hukuman cambuk bagi-Mu. Yesus-ku yang ditolak, hatiku hancur melihat saat orang-orang Yahudi sibuk menginginkan kematian-Mu, terserap di dalam Diri-Mu, Engkau berniat untuk memberikan kehidupan bagi setiap orang. Menegangkan telingaku, aku mendengar Engkau berkata:

 “Bapa yang Kudus, lihatlah Putera-Mu yang dipakaikan pakaian orang gila ini. Ini membuat pemulihan bagi-Mu bagi kegilaan banyak mahkluk yang jatuh ke dalam dosa. Biarlah pakaian putih ini ada di hadapan-Mu sebagai pengampunan bagi begitu banyak jiwa yang memakaikan dirinya sendiri dengan pakaian dosa yang kelam. O Bapa, lihatlah kebencian, kemarahan, amukan yang mereka lakukan terhadap Aku, dan kehausan mereka terhadap Darah-Ku, yang membuat mereka hampir kehilangan alasan. Aku ingin membuat pemulihan bagi-Mu untuk semua kebencian, dendam, kemarahan dan pembunuhan-pembunuhan dan memperolehkan alasan cahaya bagi setiap orang.”

 “Bapa-Ku, lihatlah Aku lagi. Dapatkah ada penghinaan yang lebih besar lagi daripada lebih menginginkan penjahat besar daripada Aku? Aku ingin membuat pemulihan bagi-Mu untuk semua keinginan yang salah yang dilakukan. Ya, seluruh dunia penuh keinginan. Sebagian orang lebih menginginkan kepentingannya sendiri yang menyedihkan dibandingkan Kita; yang lainnya kehormatan, kesombongan, kenikmatan, keterikatan, harga diri, makan-minum tidak beraturan, bahkan menginginkan dosa itu sendiri. Semua mahkluk sepakat menolak Kita, bahkan menaruh Kita pada setiap hal yang bodoh. Aku siap menerima Barabbas lebih diinginkan daripada Aku, untuk membuat pemulihan bagi keinginan-keinginan para mahkluk.”

Yesus-ku, melihat Cinta-Mu yang besar di tengah-tengah begitu banyak penderitaan, dan kepahlawanan akan kebajikan-kebajikan-Mu di tengah-tengah begitu banyak rasa sakit dan penghinaan, aku merasa diriku mati akan rasa sakit dan kebingungan. Kata-kata-Mu dan pemulihan-pemulihan-Mu, seperti begitu banyaknya luka, bergema di dalam hatiku yang malang; dan di dalam dukaku aku mengulangi doa-doa-Mu dan pemulihan-pemulihan-Mu. Aku tidak dapat berpisah daripada-Mu bahkan sekejap saja, jika demikian, banyak hal yang telah Kaulakukan akan lenyap dariku.

Sekarang, apakah yang kulihat? Para prajurit membawa-Mu ke sebuah tiang untuk mendera Engkau. Cinta-ku, aku mengikuti Engkau. Aku mohon lihatlah padaku dengan pandangan cinta, dan untuk memberikanku kekuatan untuk membantumu pada pejagalan-Mu yang sangat menyakitkan itu. Yesus-ku yang Maha Murni, sekarang Engkau berada di tiang. Para prajurit yang berang itu mengikat-Mu pada tiang itu. Tetapi ini tidaklah cukup. Mereka menanggalkan pakaian-Mu agar mereka dapat secara kejam menjagal Tubuh-Mu yang Maha Kudus.. Cinta-ku, Hidup-ku, aku merasa diriku pingsan karena kesakitan saat melihat Engkau telanjang. Engkau gemetaran dari kepala hingga kaki, dan Wajah-Mu yang Kudus kemerahan karena kemurnian-Mu. Engkau sungguh kebingungan dan kelelahan, sehingga, tak mampu berdiri dengan kaki-Mu, Engkau hendak jatuh di kaki tiang, tetapi para prajurit menahan-Mu. Mereka memegangi Engkau, bukan untuk membantu Engkau, tetapi agar mereka dapat mengikat Engkau.

Sekarang mereka mengambil tali dan mengikat tangan-Mu dengan kencang sehingga segera membengkak, Darah memuncrat dari ujung-ujung jari-Mu. Kemudian, dari ring besi di tiang mereka melilitkan tali dan rantai di sekeliling Pribadi-Mu yang Maha Kudus sampai ke kaki-Mu. Dan untuk memudahkan mereka mencambuk Engkau mereka mengikat Engkau di tiang begitu kencangnya sehingga Engkau tak dapat bergerak. Yesus-ku yang ditelanjangi, biarlah kutumpahkan perasaan-perasaanku, jika tidak aku tidak dapat terus melihat Engkau menderita demikian rupa. Bagaimana mungkin bahwa Engkau yang memberi pakaian pada ciptaan – matahari pada cahaya, langit pada bintang-bintang, tumbuhan pada dedaunan, burung-burung pada sayap – ditelanjangi? Betapa lancangnya! Dengan cahaya yang datang dari Mata-Mu Yesus-ku yang terkasih berkata padaku:

 “Diamlah, anak-Ku. Perlulah aku ditelanjangi, untuk membuat pemulihan bagi begitu banyak orang yang menelanjangi diri mereka sendiri dari setiap kesopanan, kemurnian dan kepolosan; yang menelanjangi diri mereka sendiri dari setiap kebaikan dan kebajikan, dari rahmat-Ku, dan memakaikan diri mereka sendiri dengan kenikmatan kebinatangan. Jadi, perhatikanlah apa yang Ku-lakukan, berdoalah dan buatlah pemulihan bersama Aku, dan tenanglah.”

Yesus yang didera, Cinta-Mu beranjak dari kelebihan kepada kelebihan. Aku melihat bahwa para penyiksa mencambuki dan memukuli Engkau tanpa ampun sehingga seluruh Tubuh Kudus-Mu menjadi hitam dan biru. Mereka memukuli Engkau dengan begitu marahnya sehingga mereka kelelahan namun dua orang lainnya menggantikan mereka. Mereka mengambil tongkat duri dan memukulkannya dengan kencang sehingga segeralah darah mengalir dari Tubuh-Mu yang Maha Kudus. Kemudian mereka menghantamkannya lagi menyeluruh membentuk bilur-bilur dan mengubahnya menjadi satu luka besar.

Tetapi itu belumlah cukup. Dua orang lainnya menggantikan dan dengan rantai yang dikaitkan pada besi meneruskan pejagalan yang menyakitkan itu. Pada hantaman pertama, daging yang dipukul dan dilukai itu terkoyak lebih lagi dan luruh ke tanah, tertinggal tulang-tulang. Darah mengalir deras hingga membentuk genangan di sekitar tiang. Yesus-ku, Cinta-ku yang telanjang, ketika Engkau dihantam pukulan-pukulan ini, aku merangkul Kaki-Mu sehingga aku boleh berbagi rasa sakit-Mu dan seluruhnya terbungkus dengan Darah-Mu Yang Paling Berharga. O Yesus, deralah pikiranku dan usirlah setiap pikiran yang menjauhkan aku dari-Mu. Deralah mataku, dan jika mataku ingin melihat hal-hal duniawi, hantamlah dengan deraan-deraan-Mu dan buatlah mata-ku hanya melihat Engkau. O Yesus, suara cambukan menjangkau telingaku! Saat Engkau melihat aku mendengar hal-hal yang memisahkan aku dari-Mu, Yesus-ku, hantamlah aku dengan cambukan-cambukan-Mu dan pikatlah aku untuk mendengarkan hanya pada Suara-Mu.

O Yesus, deralah wajahku – dan bila ada perbuatan yang tidak sesuai atau mementingkan diri sendiri menjadi pikiranku, biarlah cambukan cambuk-Mu memisahkan aku dari dunia dan membuat aku hanya melihat pada Surga. O Yesus, deralah lidahku dan bibirku – dan jika lidah dan bibirku lancang mengucapkan kata yang bukan untuk Cinta dan kemuliaan-Mu, biarlah deraan-deraan menghantam aku dan lemparkanlah api dan nyala api padaku untuk menyalakan cinta bukan hanya padaku, tetapi semua mereka yang mendengarkanku juga. O Yesus, deralah tanganku. Semoga setiap gerakan yang kulakukan dan setiap pekerjaan yang kulakukan akan ditandai dengan materai Cinta-Mu. O Yesus, semoga pukulan-pukulan menghantam kakiku. Aku mohon pada-Mu untuk mengikat aku kencang-kencang pada kaki-Mu untuk mencegah aku mengambil satu langkah pun yang bukan untuk-Mu – dan agar aku dapat menuntun orang lain untuk mencintai Engkau. O Yesus, deralah hatiku dengan sikap hati, kasih dan hasrat-Mu supaya setiap pukulan yang kuterima meninggalkan sebuah luka di hatiku.

Dan semoga pukulan-pukulan ini melahirkan sebuah cinta yang hidup di dalam aku. Yesus-ku, ketika aku menegangkan telingaku, aku mendengar Engkau merintih, tak terdengar oleh orang lain, sebab badai pukulan-pukulan memekakkan udara di sekitar-Mu. Di dalam rintihan itu Engkau berkata:

 “Kalian semua yang mencintai Aku, datanglah untuk mempelajari keberanian cinta sejati. Datanglah untuk memadamkan di dalam Darah-Ku kehausan akan hasratmu, kehausan akan begitu banyak ambisimu, akan begitu banyak kesombongan dan kenikmatan, akan begitu banyak sensualitas! Di dalam Darah-Ku engkau akan menemukan penyembuh bagi semua kejahatanmu.”

Rintihan-rintihan-Mu berlanjut, Engkau berkata:
“Lihatlah Aku, O Bapa, semuanya terluka karena cambukan yang bertubi-tubi. Tetapi ini belum seluruhnya. Aku ingin membentuk begitu banyak luka pada Tubuh-Ku untuk membuat tempat yang cukup untuk tempat tinggal semua jiwa di surga dari kemanusiaan-Ku sebagaimana untuk membentuk keselamatan mereka di dalam Diri-Ku, dan kemudian membuat mereka lolos ke dalam surga dengan Ke-Ilahian-Ku. Bapa-Ku, biarlah setiap cambukan dari deraan-deraan ini membuat pemulihan di hadapan-Mu, satu per satu, untuk setiap jenis dosa. Dan ketika mereka menghantam Aku, biarlah itu semua mengampuni mereka yang berdosa. Biarlah cambukan-cambukan ini menghantam hati para mahkluk, berbicara pada mereka akan Cinta-Ku, hingga memaksa mereka untuk berserah kepada-Ku.”

Ketika Engkau mengatakan ini, Cinta-Mu begitu besar hingga Engkau hampir mendukung para penyiksa-Mu untuk memukuli-Mu secara lebih lagi. Yesus-ku yang terkoyak dan tercambuk, Cinta-Mu membebani aku dan membuatku merasa aku akan menjadi gila. Walaupun Cinta-Mu tidak kelelahan, tetapi para algojo tidak memiliki kekuatan untuk terus melakukan pejagalan yang menyakitkan itu. Sekarang mereka memotong tali-tali; dan hampir mati, Engkau jatuh di dalam Darah-Mu sendiri. Melihat cabikan-cabikan daging-Mu, Engkau merasa Diri-Mu mati karena rasa sakit melihat jiwa-jiwa terhilang terkoyak daripada-Mu dalam cabikan-cabikan daging itu. Rasa sakit itu begitu besar sehingga Engkau megap-megap di dalam Darah-Mu sendiri, dan melihat Daging-Mu tercabik Engkau merasa sekarat karena kesedihan dan di dalam cabikan-cabikan Daging Engkau melihat jiwa-jiwa yang mengoyakkan dirinya sendiri dari Kemanusiaan-Mu. Penderitaan ini begitu dalamnya hingga Engkau terlihat tenggelam di dalam Darah-Mu sendiri.

Yesus-ku, biarlah aku memeluk-Mu untuk memulihkan-Mu sebagian dengan cinta-ku. Aku mencium Engkau, dan dengan ciuman-ku aku menyertakan semua jiwa di dalam Engkau agar tidak ada lagi yang akan terhilang. Sementara itu, Engkau memberkati aku.


RENUNGAN DAN PRAKTEK

Saat ini, Yesus ditelanjangi dan menjadi bahan pukulan yang kejam. Apakah diriku telah ditelanjangi dari segalanya? Yesus diikat di tiang. Apakah aku mengijinkan diriku diikat oleh Cinta? Yesus diikat di tiang, sementara aku, dengan dosa-dosa dan keterikatan-keterikatan-ku – terkadang di dalam hal-hal ketidak-pedulian atau hanya baik untuk diri sendiri saja – menambahkan tali-taliku sendiri sebagaimana aku tidak puas dengan tali-tali orang Yahudi yang digunakan untuk mengikatkan Dia. Sementara itu, dengan tatapan penuh belas kasih-Nya, Yesus memanggil aku untuk menyingkirkan semua ikatan-Nya.

Tidakkah aku melihat di dalam tatapan itu celaan yang lainnya yang ditujukan padaku karena telah membantu mengikat Dia? Jika aku hendak melegakan Yesus yang menderita, aku harus menyingkirkan rantai-rantaiku sendiri sebelum menyingkirkan ranta-rantai orang lain. Rantai-rantai kecil ini sering terlihat di dalam keterikatan-keterikatan kehendak bebasku sendiri, pada cinta diri sendiri yang sering melanggar Engkau, kesombongan-kesombongan kecilku yang bertenun menjadi jaring yang halus, secara menyedihkan mengikat Yesus-ku yang terkasih.

Terbebani oleh Cinta pada jiwaku, Yesus sendirilah terkadang ingin menyingkirkan rantai-rantai-ku hingga aku tidak akan membuat-Nya menahan belenggu ini sekali lagi.

Ah, aku mengeluh karena aku tidak ingin terikat sendiri bersama Yesus, aku ingin memegang sesuatu yang lain yang bukan milik-Nya, sehingga aku memaksa-Nya berduka untuk menarik diri daripadaku. Saat Yesus-ku yang tersiksa menderita, Ia mempersembahkan pemulihan bagi semua dosa terhadap kesopanan.

Apakah aku murni di dalam pikiran-pikiran, tatapan-tatapan, kata-kata dan kasih, sehingga aku tidak menyebabkan derita lagi dengan pukulan-pukulan pada Tubuh Yang Tak Bersalah? Apakah aku selalu terikat pada Yesus, demikian rupa hingga aku mendapatkan diriku sendiri siap untuk membela Engkau saat kapapun orang lain menghantam Engkau dengan pelanggaran-pelanggaran mereka?

Yesus-ku yang terbelenggu, semoga rantai-rantai-Mu menjadi milikku – sehingga aku merasa Engkau di dalam aku dan Engkau selalu merasa aku di dalam Engkau.

DOA SYUKUR DI SETIAP JAM

Yesus-ku yang terkasih, Engkau telah memanggil aku pada Jam Sengsara-MU ini untuk menemani-MU – dan aku telah datang. Tampaknya aku telah mendengarkan, derita dan kesedihan, doa, penebusan dan sengsara-MU. Dengan suara-suara-MU yang paling mengasihi dan fasih, Engkau memohon keselamatan bagi jiwa-jiwa. Aku mencoba untuk mengikuti Engkau di dalam segala hal. Kini, aku berhutang pada-MU perasaan hatiku “Terimakasih” dan “Aku memberkati-Mu.”

Ya, O Yesus, aku mengulangi “Terimakasih” ribuan dan ribuan kali. Aku memberkati-Mu untuk semua yang telah Engkau lakukan dan telah Engkau derita bagiku dan bagi semua orang. Aku berterimakasih dan aku memberkati-Mu untuk setiap tetes Darah yang Kautumpahkan. Aku berterimakasih untuk setiap helaan nafas, untuk setiap detak jantung, dan setiap langkah-MU. Aku berterimakasih untuk setiap kata, pandangan, penderitaan dan amukan yang telah Engkau alami. Dalam semuanya, O Yesus-ku, aku berharap untuk memberikan-MU “Terimakasih” dan “aku memberkati-Mu” milik-ku. O Yesusku, biarlah jiwaku mengirimkan aliran syukur dan berkat bagi-MU yang terus menerus – untuk menarik bagi kami semua aliran limpah berkat dan rahmat-MU. Aku mohon, O Yesus, tekanlah aku di Hati-MU, dan dengan tangan-tangan-MU yang kudus materaikan setiap partikel keberadaanku dengan “Aku memberkatimu” daripada-Mu, sehingga tidak ada yang lain selain himne terus menerus bagi-MU yang berasal dariku.”

Dengan demikian aku meninggalkan keberadaanku di dalam Engkau, untuk mengikuti engkau di dalam setiap apa yang Kau-lakukan; lebih baik lagi, Engkau akan begitu hidup di dalam aku sehingga aku akan meninggalkan pikiran-pikiranku di dalam Engkau untuk membela Engkau dari musuh-musuh-MU, nafas-nafasku sebagai teman setia, detak jantungku untuk mengingatkan “Aku cinta pada-MU” milikku, dan untuk memberikan pada-MU cinta dimana orang lain menolak untuk mencintai-MU; aku akan memberikan kepada-MU tetesan-tetesan darahku untuk menebus dan mengembalikan hormat dan salam yang disangkal oleh musuh-musuh-MU dengan penghinaan-penghinaan dan pelanggaran-pelanggaran. Aku akan meninggalkan seluruh keberadaanku sebagai seorang penjaga.

Cinta-ku tersayang, saat aku harus melakukan kewajiban-kewajibanku, aku tetap akan tinggal di dalam Hati-MU. Aku takut meninggalkannya. Tidakkah hal itu benar bahwa Engkau akan menjagaku di sini? Detak-detak jantung kita akan terus bersentuhan sehingga Engkau akan memberikan aku kehidupan, cinta dan persatuan yang dekat dan tak terpisahkan bersama-MU.

Yesus, jika Engkau melihat bahwa dari waktu ke waktu aku akan terpisah daripada-MU, biarlah detak jantung-MU mempercepat detak jantungku. Biarlah tangan-tangan-MU menekanku lebih dekat pada Hati-MU; biarlah mata-MU melihat aku dan menyayat aku dengan cahaya api sehingga aku dapat merasakan kehadiran-MU dan segera kembali ke dalam persatuan dengan-MU.

O Yesus-ku, berjagalah sehingga Aku tidak akan melelahkan-MU. Aku mohon pada-MU, jagalah aku. O berikanlah aku sebuah cium, peluklah aku, dan berkatilah aku! Berikanlah tangan-tangan-MU yang maha kudus sehingga aku dapat melakukan segala sesuatu yang harus kulakukan untuk bersatu dengan-MU! Yesus-ku, berikanlah aku cium Kasih Ilahi, peluklah aku dan berkatilah aku; aku akan mencium Hati-MU yang memabukkan dan beristirahat di dalam Engkau.







No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.