Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. Mazmur 119:164

Mawar Ketiga Puluh Tiga

MAWAR KETIGA PULUH TIGA

Kerasukan Setan

Ketika Santo Domonikus sedang berkhotbah tentang Rosario di dekat Carcassone*,  seorang penganut bidaah Albigensia yang kerasukan setan dibawa kepadanya. Dominikus membebaskan dia dari roh jahat itu di depan banyak umat. Kira-kira ada dua belas ribu orang datang untuk mendengarkan dia berkhotbah. Iblis-iblis yang merasuki orang tersebut dipaksa menjawab pertanyaan-pertanyaan Santo Dominikus. Mereka mengatakan bahwa:

1. Mereka berjumlah lima belas ribu di dalam tubuh orang malang itu, karena ia telah menyerang lima belas misteri Rosario;

2. Selanjutnya mereka bersaksi bahwa dengan mewartakan Rosario Suci, Santo Dominikus menyebarkan ketakutan dan kengerian di dalam neraka, dan bahwa Santo Dominikus adalah orang yang paling mereka benci di seluruh dunia, karena jiwa-jiwa yang direnggutnya kembali dari tangan mereka melalui devosi kepada Rosario Suci;

3. Mereka mengatakan juga hal-hal lainnya.

Santo Dominikus melilitkan Rosarionya di leher orang Albigensia itu serta meminta kepada setan-setan itu untuk menceritakan kepadanya siapakah dari antara semua orang kudus di surga yang paling mereka takuti, dan siapakah yang paling disayangi dan dihormati manusia. Mendengar itu, iblis-iblis menjerit-jerit ketakutan sehingga sebagian besar umat yang ada di situ merebahkan diri ke tanah dan pucat ketakutan. Kemudian dengan segala kelicikannya, agar tidak menjawab pertanyaan Santo Dominikus, setan-setan itu menangis dan merintih memilukan sehingga membuat banyak orang yang hadir di situ turut menangis karena sungguh merasa kasihan. Setan-setan itu berbicara melalui bibir orang Albigensia itu memohon dengan sangat,

“Dominikus, Dominikus, kasihanilah kami – kami berjanji kepada anda bahwa kami tidak akan lagi menyakiti engkau. Engkau selalu berbelas kasihan kepada orang-orang berdosa dan orang-orang yang bersusah. Sayangilah kami, karena kami berada dalam kesulitan yang tak terkatakan. Kami sudah sangat menderita, lalu mengapa engkau bergembira dengan memperberat penderitaan kami? Apakah engkau belum puas dengan penderitaan kami tanpa menambahkannya lagi? Sayangilah, sayangilah kami!”

Santo Dominikus tak terpengaruh sedikit pun oleh rintihan roh-roh jahat itu. Ia mengatakan kepada mereka, bahwa ia tak akan melepaskan mereka sebelum mereka menjawab pertanyaannya. Lalu mereka mengatakan bahwa mereka akan membisikkan jawaban atas pertanyaan itu sedemikian rupa sehingga hanya Santo Dominikus sendirilah yang dapat mendengarkannya. Santo Dominikus dengan tegas mendesak mereka agar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan suara lantang dan jelas. Setan-setan itu menjadi tenang dan menolak berbicara sepatah kata pun, mereka tidak mematuhi sedikit pun perintah Santo Dominikus. Lalu Santo Dominikus berlutut dan berdoa kepada Bunda Maria, “Ya, Perawan Maria yang penuh kuasa dan ajaib, kumohon kepadamu melalui kuasa Rosario, perintahkanlah musuh-musuh umat manusia ini menjawab aku”.

Tak lama setelah ia mengucapkan doa ini, seberkas cahaya merah meloncat keluar dari kuping, hidung, dan mulut orang Albigensia itu. Setiap orang gemetar ketakutan, namun api itu tidak menyakiti siapa pun. Setan-setan itu lalu berteriak-teriak, “Dominikus, kami mohon kepada anda demi penderitaan Yesus Kristus dan demi karunia-karunia Ibunda-Nya yang suci dan semua orang kudus, biarkanlah kami meninggalkan tubuh orang ini tanpa berbicara lebih lanjut – karena para malaikat akan menjawab pertanyaan anda kapan saja anda kehendaki. Lagi pula, apakah kami ini bukan pembohong? Mengapa anda harus percaya kepada kami? Tolong, jangan menyiksa kami lagi. Sayangilah kami.”

“Terkutuklah kamu hai roh-roh jahat, yang sungguh tak pantas untuk didengarkan,“ kata Santo Dominikus sambil berlutut berdoa kepada Bunda Maria,

“Ya Bunda kebijaksanaan yang luhur, saya berdoa bagi orang-orang yang berkumpul di sini, yang telah mengetahui cara mendaraskan secara benar Salam Malaikat. Tolonglah, kumohon kepadamu, perintahkanlah musuh-musuhmu untuk menyatakan semua kebenaran dan hanyalah kebenaran tentang hal ini, di sini dan sekarang, di hadapan para hadirin.”

Setelah Santo Dominikus menyelesaikan doanya, tampaklah padanya Bunda Maria dikelilingi sejumlah malaikat. Ia memukul orang yang kerasukan setan itu dengan setangkai emas yang dipegangnya dan berkata, “Jawablah hambaku dengan segera”. (Orang-orang itu tidak melihat dan tidak mendengar kata-kata Bunda Maria; hanyalah Santo Dominikus.) Kemudian setan-setan itu menjerit,

“Wahai engkau musuh kami, kejatuhan dan kehancuran kami, mengapa engkau turun dari surga hanya untuk mendera kami secara kejam? Wahai pengantara orang-orang berdosa, engkaulah yang merenggut orang-orang berdosa dari kuasa kami, engkaulah jalan paling tepat menuju surga, apakah kami harus menyatakan semua kebenaran itu dan mengakukannya di depan semua orang, siapa sebenarnya yang menjadi alasan rasa malu dan keruntuhan kami? Oh, terkutuklah kami pangeran-pangeran kegelapan:

Dengarkanlah baik-baik, hai orang-orang Kristen: Bunda Yesus Kristus sungguh berkuasa dan ia dapat menyelamatkan hamba-hambanya dari kejatuhan ke dalam api neraka. Dialah matahari yang menghancurkan kegelapan tipu muslihat dan kecerdikan kami. Dialah yang membongkar komplotan-komplotan kami yang tersembunyi, memporak-porandakan jeratan-jeratan kami, serta membuat semua godaan kami tak berguna dan tak berhasil.

Kami harus mengatakan kendatipun dengan berat hati, bahwa belum ada satu jiwa pun yang sungguh-sungguh bertekun dalam pelayanannya hancur bersama kami; satu tarikan napas yang ia persembahkan kepada Tritunggal Mahakudus jauh lebih pantas daripada semua doa, keinginan, serta cita-cita segenap orang kudus.

Kami lebih merasa takut kepadanya daripada semua orang kudus lain di surga dan kami pun tidak berhasil membujuk hamba-hambanya yang setia. Banyak orang Kristen yang memohon kepadanya saat kematiannya dan seharusnya mereka terkutuk menurut pertimbangan kami tetapi diselamatkan oleh perantaraannya.

Oh, kalau saja Maria (mereka menyebutkan namanya karena kegundahannya) tidak mengadu kekuatannya dengan kekuatan kami serta mengacau-balaukan rencana-rencana kami, pastilah kami telah memenangkan Gereja serta menghancurkannya jauh-jauh hari sebelum ini. Kami pun pasti sudah bersaksi bahwa semua ordo religius di dalam Gereja itu telah jatuh ke dalam ketidakteraturan.

Sekarang karena kami dipaksa untuk berbicara, kami juga harus mengemukakan hal ini: Tak seorang pun yang tekun dalam doa Rosario akan dikutuk, karena ia (Maria) akan memperoleh bagi hamba-hambanya rahmat penyesalan yang jujur dari lubuk hati yang dalam akan dosa-dosanya dan dengan demikian mereka mendapatkan pengampunan dan kerahiman Allah.”

Kemudian Santo Dominikus menyuruh semua orang berdoa Rosario dengan sangat perlahan-lahan dan dengan penghormatan yang besar. Terjadilah pertistiwa ajaib. Pada setiap Salam Maria yang diucapkannya bersama umat, sejumlah iblis berhamburan keluar dari tubuh yang malang itu berupa batu bara yang berpijar.

Ketika semua iblis telah keluar dan orang bidaah itu bebas dari belenggu mereka, Bunda Maria (yang tetap tidak tampak) memberikan berkat kepada hadirin yang berkumpul, dan mereka diliputi sukacita karenanya.

Sejumlah orang bidaah bertobat karena tanda heran ini dan bergabung dengan Serikat Rosario Suci.

------
* Peristiwa yang dikatakan St. Louis dalam bukunya “True Devosion to the Blessed Virgin Mary” ini, ketika ia menjelaskan bahwa orang-orang yang mencintai Bunda Maria tidak akan kalah.

Sumber buku:
RAHASIA ROSARIO
St. Louis de Montfort
Penerbit OBOR
Imprimatur: Rm. M. Soenarwidjaja, SJ (alm.)
Vikjen Keuskupan Agung Jakarta
Jakarta, 3 Juli 1993
Pesta St. Thomas Rasul

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.